Dahlan Iskan Terjebak Tanda Tangan



Sehari setelah penetapan mantan Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dahlan Iskan sebagai tersangka dugaan korupsi kasus pelepasan 33 aset PT Panca Wira Usaha, para pendukung dan simpatisannya yang menamai diri Dahlanisme menggelar aksi simpatik di depan Monuman Polisi Istimewa Surabaya.

Ratusan demonstran itu turun ke jalan dengan membagi-bagikan brosur ajakan untuk mengetik #saveDahlanIskan di semua media sosial. Brosur-brosur itu dibagikan ke pengguna jalan, baik pengendara mobil atau motor di Jalan Raya Darmo Surabaya.

“Save Dahlan Iskan. Kami menyayangkan penahanan Pak Dahlan, aksi ini spontan dan merupakan dukungan moral kami,” kata koordinator Dahlanisme, Daniel Lukas Rorong.

Selain mengajak warga, pendukung Dahlan Iskan itu juga berorasi soal penahanan Dahlan Iskan di Rutan Kelas I Medaeng Sidoarjo. Menurut Daniel, Dahlan tidak bersalah dalam kasus penjualan aset BUMD Pemprov Jawa Timur berupa bangunan dan tanah di Kediri dan Tulungagung yang disidik Kejati Jawa Timur.

“Kami yakin Pak Dahlan tidak bersalah. Untuk itu, saya selaku Ketua Sosmed Dahlanisme mengimbau kepada seluruh pendukung Dahlan untuk menyebarkan #SaveDahlanIskan ke seluruh akun sosmednya,” kata dia.

Daniel menegaskan bahwa aksi yang digelarnya di Surabaya hari ini sebagai awalan karena selanjutnya aksi yang sama akan digelar ke seluruh pendukung Dahlan Iskan di seluruh Indonesia.

“Minggu 30 Oktober 2016 besok, kami juga akan menggelar aksi sejuta tanda tangan Save Dahlan Iskan di Taman Bungkul, Surabaya,” ujar Daniel.

Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla prihatin dengan kondisi Dahlan Iskan saat ini. Terlebih, JK dan Dahlan pernah merintis bersama perusahaan media di Makassar.

JK mengaku tidak tahu detail kasus yang menjerat Dahlan saat ini. Tapi, JK berkeyakinan Dahlan tak pernah berniat korupsi.

“Saya enggak yakin Pak Dahlan punya niat seperti itu ya. Tapi banyak hal di Indonesia memang selama ada masalah ya dihubung-hubungkan terus. Jadi tapi itu tugas mereka (kejaksaan) lah,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Berbagai spekulasi muncul setelah penetapan Dahlan sebagai tersangka. JK tak mau menanggapi dugaan kriminalisasi seperti yang banyak beredar. Jika Dahlan keberatan atas penetapan tersangka tersebut, pria yang pernah menjalani transplantasi hati itu bisa menggunakan berbagai mekanisme hukum di Indonesia.

Sebelumnya, Dahlan berkomentar penetapan status tersangka kepadanya tidak lepas dari peran penguasa. Dia pun terjerat dan harus mendekam di penjara.

JK pun enggan berkomentar banyak soal itu. Dia yakin penguasa yang dimaksud tidak ada di Jakarta. Terlebih, Dahlan merupakan mantan menteri era Susilo Bambang Yudhoyono dan menjadi bagian dari Tim Sukses Jokowi-JK saat Pilpres 2014.

“Jadi tidak mungkin penguasa dalam ukuran di sini, di Jakarta ini, berbuat seperti itu, pasti tidak lah. Jadi kita menunggu saja proses selajutnya,” JK memungkasi.



Sumber berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*